Ketika Cinta Itu Terungkap

ketika bidadari itu melantunkan ucapnya
aku mencintaimu
aku membutuhkamu
aku berharap engkau menjadi pemimpinku
engkau pengawal imanku

ku hanya bisa menghela nafas
meski tak lepas
seakan tak percaya
pun juga tak berdaya
adakah wujud nyata atau hanya bayangan maya

ku tak setampan yusuf
tak pula sekaya sulaiman
tak setabah ayyub dalam sakitnya
tak sekokoh ibrahim dalam imannya
tak seqona'ah isa dalam kurangnya

ku hanya manusia biasa
bukan robi'ah adawiyah dengan totalitasnya
ku terus belajar
meski ajal kian mengejar
ku tak memiliki darah biru
dengan kisah mengharu biru dalam buku

wanita...
sholihah kutematkan untukmu
cantik imanmu
bermakna ucapmu
santun menghiasimu
melengkapiku dengan segala kekuranganku
terasa lengkap separuh agamaku
dan akupun segera meminangmu


>>>sepuluh hari dengan sepuluh puisi cinta<<<

Salam 
Jari Anto dari tempat terindah dalam qolbu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Seorang Mualaf: MAHER ZAIN

Bisik Hening Malam..