Seseorang akan lebih mudah mencela kemudian melupakan kebaikan-kebaikan
orang lain di masa lalu, daripada menyalahkan diri sendiri dan kemudian
introspeksi untuk kebaikan di masa yang akan datang...
Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya. Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua. **** Cinta itu butuh kesabaran… S ampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita??? Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita… Aku menjadi perempuan yg paling bahagia… Pernikahan kami sederhana namun meriah… Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu. Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula. Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya. Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu… Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci… Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku. Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku m...
Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalamn kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal." Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu" "Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenisakan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu", ucap beliau dengan nada mengiba. Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku. Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat ...
ketika engkau bertanya, mengapa aku memilihmu? aku menjawab ..., karena agamamu ketika engkau bertanya, cukupkah hanya itu? aku menjawab .., adakah yang lebih utama dari itu? Mungkin alasanku terlalu sederhana ... Namun ku yakin engkau kan tahu, betapa mahal harganya bahwa hal itu adalah sebuah kebenaran bahwa alasan itu adalah sebuah kejujuran bahwa sederhana itu adalah sebuah perjuangan aku memilihmu tuk menjadi yang halal bagiku bukan adu gengsi atau mengikuti trend masa kini bukan untuk jadi pacar atau lebih dari teman bukan untuk menemaniku jalan-jalan atau makan-makan engkau mungkin kecewa ..., engkau mungkin bertanya..., mengapa aku tak pernah katakan "cinta"? mengapa aku tak pernah bilang "sayang"? mengapa kita tak pernah berpegangan tangan? atau sekedar bertukar pandang ...? bagiku ..., wanita sangatlah suci bukan barang dagangan yang layak dipegang, kemudian dibeli wanita sangatlah mulia bukan barang contoh untuk dirasa, kemudian...
Komentar
Posting Komentar